Klasifikasi:
Nama Sebutan : Koreo Padi, Kruok
Nama Ilmiah : Amourornis phoenicurus
Habitat : Rawa-rawa, sawah, tambak dan belukar
Makanan : Ikan, serangga
Klasifikasi:
Nama Sebutan : Kuntul, Bangau putih
Nama Ilmiah : Casmerodius Albus
Habitat : Rawa-rawa, sawah, tambak (tidur & bersarang di pucuk pohon/semak rawa)
Makanan : Ikan, kodok, serangga
Biasanya cara memburu burung ini ada yg menggunakan senapan dan Perangkap (jerat).
Berbeda
dengan burung belibis, kalo burung ini tidak begitu agresif, bahkan
terkadang sangat dekat dengan para petani sawah sehingga untuk
memburunya tidak terlalu sulit. Namun karena daging burung ini memiliki
bau yang lumayan anyir jadi tidak terlalu banyak yang memburunya.
Klasifikasi:
Nama sebutan : Belibis
Nama ilmiah : Dendrocygna Javanica
Habitat : Rawa-rawa, sawah, tambak dan daerah berair
Makanan : Ikan, renik-renik (termasuk omnivora, seperti bebek/itik)
Biasanya cara memburu burung ini ada yg menggunakan senapan, Getah, Jaring, dan Perangkap (jerat).
Biasanya
para pemburu yang menggunakan senapan beraksi pada siang hari. Lumayan
sulit berburu belibis ini pada siang hari, pasalnya burung ini rada
sensitif jadi sang pemburu harus mengendap-endap untuk bisa mendekati
pada posisi siap tembak atau mungkin menunggu (kalo istilah berburu di
hutan itu "nyanggong") sampai burung ini muncul di tempat perburuan.
Untuk pemburu yang menggunakan getah (lih bahasa jawa : Pulot) biasanya
sering dilakukan pada malam hari, namun adakalanya ada yang melakukannya
di siang hari. Getah ini terbuat dari getah pohon "Bendo" sejenis pohon
sukun yang tumbuh di hutan. Cara kerjanya yaitu getah di rekatkan di
sebatang lidi kemudian ditancapkan berjajar pada lokasi berburu. Untuk
memancing agar burung mau mendekat biasanya para pemburu membunyikan
suara-suara burung belibis dengan menggunakan "tape". Untuk jaring
biasanya dilakukan pada malam hari sedangkan untuk "jerat" sering
dilakukan pada siang hari.